Salah satu artikel oleh Harry Sutanto yang dimuat dalam Sinar Padumuttara edisi 004
" Seseorang adalah majikan bagi diri sendiri.
Karena siapa lagi yang bisa menjadi majikannya?
Jika seseorang dapat mengendalikan diri,
ia mendapatkan majikan yang susah ditemukan"
Dhammapada 160
Banyak dari kita mengeluh pada kehidupan ini hanya karena kita tidak memahami hakikat dari kehidupan itu sendiri. Kita selalu menyalahkan orang lain atas ketidakberuntungan yang kita alami.
Mereka mungkin mengatakan,
"Kenapa saya harus dilahirkan oleh orang tua yang miskin?"
" Kenapa orang tua saya tidak menyekolahkan saya cukup tinggi?"
" Kenapa orang-orang di sekeliling saya tidak mau memahami saya?"
" Kenapa saya harus tinggal di sini?"
Dan terkadang, mereka juga mengatakan:
" Kenapa Sang Pencipta tidak adil terhadap saya?"
Begitu banyak kata kenapa yang selalu mereka katakan atas kesulitan atau penderitaan yang dialaminya. Mereka lebih senang mencari kambing hitam dan mereka selalu melihat keluar untuk mencari sumber masalah mereka karena mereka tidak mau mengakui kelemahan mereka sendiri.
Sebagai seorang Buddhis yang betul-betul mempelajari ajaran Sang Buddha, seharusnya kita sudah mengerti dan menyadari bahwa tidak ada akibat tanpa sebab yang mendahuluinya. Semua yang terjadi dalam kehidupan yang kita alami saat ini adalah akibat dari proses karma yang terjadi. Dari semua perbuatan yang telah kita lakukan, itulah yang kita dapatkan. Seperti yang telah dibabarkan Sang Buddha:
"Kita lahir dari karma kita sendiri, berhubungan dengan karma kita sendiri, terlindung oleh karma kita sendiri, apapun karma yang kita perbuat, baik atau buruk; itulah yang akan kita warisi"
Meskipun karma kita sudah ada tapi jangan selalu menggantungkan hidup Anda dengan karma. Jika Anda menggantungkan hidup Anda dengan karma, maka saat ini penderitaan atau ketidakberuntungan Anda tidak ada jalan keluarnya. Anda pasrah saja menunggu nasib. Tentunya bukan demikian. Hidup ini dinamis. Jika saat ini Anda mengalami penderitaan atau hal yang tidak menguntungkan, maka mulailah ambil tanggung jawab untuk memperbaikinya dengan banyak berbuat kebaikan. Semakin banyak tabungan kebaikan yang Anda lakukan, maka semakin mudah untuk mengikis karma buruk yang datang.
Jika memahami ajaran Guru kita, sudah seharusnya kita tidak mengeluh dan mencaci maki atas ketidakberuntungan dan penderitaan dari hidup yang kita alami. Semakin kita menyalahkan orang lain dan hal-hal di luar diri kita maka semakin buruk karma yang akan kita alami di kemudian hari. Oleh karena itu, mulailah saat ini untuk berani mengambil tanggung jawab dalam hidup yang harus kita alami. Jangan tanyakan kenapa hal buruk itu terjadi kepada kita, tetapi coba renungkan dan sadari. Jika memungkinkan, kita seharusnya bersyukur bahwa karma buruk kita sudah berbuah saat ini dan kita berjanji untuk tidak melakukan hal yang buruk kembali di kemudian hari.
Guru Agung Buddha sudah memberikan jalan yang jelas sekali agar kita menjalani kehidupan yang bermanfaat. Jangan sia-siakan kehidupan yang Anda dapatkan karena jalan yang harus ditempuh untuk menjadi seorang manusia tidak mudah. Seperti yang seringkali dikatakan, " Seekor cacing pun masih bermanfaat untuk menggemburkan tanah; apalagi Anda yang terlahir sebagai seorang manusia?" Bangkitlah dari keterpurukan Anda, tataplah masa depan Anda, lakukan sesuatu yang berguna dalam hidup Anda. Hidup ini akan terasa singkat untuk hal-hal yang tidak berarti yang Anda lakukan.
No comments:
Post a Comment