Wah, tidak pernah mengira sebelumnya bahwa mimpi untuk bisa menginjakkan kaki di negara lain bisa terwujud secepat ini. Baru kemarin (24/12/08) aku tiba di Singapore, kota terdekat dari Indonesia yang selalu aku idam - idamkan, pukul 1035. Airportnya cukup membuatku berdecak kagum dan bersyukur bahwa aku bisa diberikan kesempatan dalam hidup ini untuk kembali ke tempat (yang mungkin) merupakan tempat asalku sendiri. Koko Sugianto Frans Julian (teman pria terdekatnya Nona) yang menjemputku di Changi International Airport. Kita naik taxi, yang drivernya bernama Uncle Ng, yang nyaman sekali. Mereka pun berbaris dengan rapi di airport; jadi para pengemudi tidak takut kehilangan customer karena pasti dapat terutama di musim liburan seperti saat ini. Aku tinggal di Apartment Lucky Plaza, aku juga sangat beruntung bisa tinggal disana, yang berlokasi di Orchard Road. Bisakah kamu bayangkan? Aku sungguh - sungguh bisa merasakan bagaimana serunya untuk tinggal di daerah yang selama ini hanya bisa aku bayangkan, sangat menyenangkan. Amelia Mareta mengajak diriku untuk makan siang di Lucky Plaza Chicken Rice, yang memang nyata enaknya setelah aku memakannya. Soup-nya manis wortel, dan ayamnya lembut sekali.
Aku juga berkesempatan mengunjungi Takashimaya, yang menurut Amelia Mareta, paling disenangi oleh penduduk Indonesia - mereka akan sangat bangga bila dapat berbelanja di sana. Overall, Takashimaya bagiku hanyalah sebuah mall yang tidak jauh berbeda dengan yang ada di negaraku sendiri, Indonesia. Mall elite yang memang hanya bisa aku jadikan tempat untuk melakukan window shopping, bukan tempat untuk membeli buah tangan. Setelah hampir dua jam berjalan kaki, yang juga merupakan hal baru yang bisa aku lakukan, aku dan Amelia Mareta kembali ke Lucky Plaza, beristirahat. Aku senang bahwa di kota yang baru ini, aku mempunyai banyak teman yang bisa dijadikan tempat bertanya hal - hal seru (^_^)v Sugianto Frans Julian, Francis Xavier Chung Boew Nam, dan Alfin Fransiscus.
Malam harinya, kami berdua (Amelia Mareta dan aku) makan malam di The Cathay Dhoby Ghaut bersama Alfin Fransiscus. FYI, Alfin Fransiscus merupakan teman yang sudah lama aku kenal namun baru sekaranglah aku bisa bertemu langsung dengannya. Kami (bertiga) makan di Restoran Nihon Mura - makanan Jepang. Banyak pembicaraan yang terjadi dan somehow, aku menyadari bahwa aku telah mengecewakan seseorang. Aku tidak menyalahkan diri sendiri saat ini, hanya menyayangkan mengapa di era yang sudah maju seperti tahun 2008 ini, masih banyak individu yang lebih mementingkan penampilan fisik ketimbang apa kualitas - kualitas psikis yang ada di dalamnya. Hal ini bukan pertama kali terjadi, so I will get through this. However, I never help myself to mourn that I lose another friend over useless things. Kami (bertiga) berjalan kaki ke Saint Andrew's Cathedral, tempat dimana aku dan Amelia Mareta akan merayakan malam Natal dengan Francis Xavier Chung Boew Nam. Alfin Fransiscus tetap menemani sampai akhirnya FX datang. Hmm, I wonder myself whether I will get another chance to see him again or not; does not matter anyway, he does not care either, I guess.
Saint Andrew's Cathedral merupakan gereja pertama di Singapore yang aku kunjungi. Secara keseluruhan, the church itself is very unique. Langit - langit yang tinggi, menunjang pergerakan udara dengan sangat baik. Cat dinding berwarna putih, feel like getting married there, Nonie?, sangat menyejukkan, barisan tempat duduk yang tertata rapi - benar-benar diatur sedemikian rupa agar umat yang mengikuti kebaktian merasa nyaman. Hal - hal sederhana itu berpadu lembut dengan kemajuan teknologi yang ada, layar LCD yang menampilkan barisan - barisan teks lagu, dan sebagainya. Kemudian, tampil-lah bintang panggung pada malam Natal, Francis Xavier Chung Boew nam, yang merupakan salah satu anggota choir Saint Andrew. Sebagian besar lagu yang dibawakan tidak bisa aku nyanyikan karena memang aku sendiri bukanlah pemeluk agama Kristen; aku hanyalah seseorang yang merasa sangat bersyukur bahwa sukacita Natal hadir kembali dan saat ini dalam bungkusan ambience yang baru. Temanku ini, FX, sangat baik. I hope that he can finally find the one and build his new family as what he wished for. You know the funny part was? Amelia Mareta really thinks that FX should get married at the soonest, (^_^). Ada sebuah kejadian yang cukup unik di Saint Andrew. Seorang ibu yang cukup berumur, yang duduk di barisan sebelah aku dan Amelia terlihat sangat unik dimana dia seringkali menggerakkan badannya seiring dengan setiap carol yang dibawakan. Dia pun seringkali menengok ke arahku dan Amelia Mareta. Ketika kebaktian akhirnya selesai dan aku meninggalkan tempat dudukku, ibu tersebut mendekatiku dan menyalami seraya berkata: "Merry Christmas. You are such a religious person." Aku hanya bisa tersenyum dan mengucapakan "Merry Christmas" kembali. Aku merasa bersalah, seharusnya aku bersikap lebih baik kepada setiap orang walau keunikannya tidak pernah aku temui sebelumnya. Aku berharap aku bisa memperbaikinya.
Secara keseluruhan, Dwi Novilia sangat senang - despite of what happened with someone, of course. A new experience awaits me today (25/12/08). FX said that he would take me and Amelia Mareta to Fullerton area where Esplanade is. Hopefully I can experience the Singapore Flyer although I have been told that there was an incident of not moving within 6 hours.
Aku akan bersiap menghadapi hari kedua (25/12/08) ku di Singapore, :D Mandi, pakai pakaian nyaman, dan menikmati liburan yang ada. Sampai jumpa!
No comments:
Post a Comment